The Ones who Walk Away from Omelas
9:39 PM
Harap dibaca ya! Catatan sebelum membaca:
MOHON MAAF SEBELUMNYA, KARENA ADA SUATU HAL, TERJEMAHAN INI HARUS KUHAPUS DARI BLOG.
Jangan tanyakan alasannya karena belum ada kepastian mengenai hal ini. Tapi tenang saja, aku akan usahakan agar kalian bisa membaca Omelas ini lagi, atau bahkan lengkap dengan kumpulan cerita pendek dari Ursula Le Guin yang lainnya. ^^ Sebagai ganti karena ceritanya harus kuhapus dari blog, aku akan menerjemahkan pembahasan mengenai cerpen Omelas ini.
Bagi yang belum tahu, The Ones who Walk Away from Omelas itu hanya berupa salah satu cerita pendek dari buku The Wind's Twellve Quarters: Short Stories. Nama Omelas ini sempat muncul di dalam MV Spring Day BTS. Tentang apa sih cerita pendek yang menjadi sumber referensi video terbaru BTS?
Pertama-tama, Mereka yang meninggalkan Omelas merupakan sebuah kisah fiksi pendek tanpa plot yang filosofis, hanya berupa deskripsi saja. Cerita pendek ini ditulis oleh Ursula Le Guin pada tahun 1973 dan sempat mendapat nominasi di Locus Award untuk kategori Best Fiction di tahun 1974 dan memenangkan Hugo Award untuk kategori Best Short Story di tahun yang sama pula.
Pada cerpen ini, narator mendeskripsikan mengenai festival musim panas pada sebuah kota yang utopis bernama Omelas yang keberuntungannya bergantung pada kemalangan seorang anak.
Cerita ini dimulai dari sebuah deskripi mengenai hari pertama musim panas di Omelas, sebuah kota yang berkilauan oleh kebahagiaan dan kesenangan. Di Omelas, musim panas solstice dirayakan dengan festival besar-besaran dan sebuah pertandingan yang diikuti oleh anak-anak di atas punggung kuda. Suasana cerita dari festival tampaknya merupakan karakter sehari-hari dari komunitas yang menyenangkan ini, yang masyarakatnya, meskipun teknologinya terbatas, namun semuanyamasih sangat cerdas, mutakhir, dan berkebudayaan. Di Omelas tidak ada raja, tentara, pendeta, atau bahkan budak. Pengaturan spesifik mengenai sosial-politik-ekonomi dari komunitas tersebut tidak disebutkan, namun narator hanya menjelaskan bahwa pembaca tidak bisa terlalu merasa pasti mengenai setiap hal.
Diakuinya sendiri, narator mengatakan bahwa "Di dalam penjelasanku, Omelas terdengar seperti sebuah negeri dongeng yang jauh pada suatu kala. Mungkin akan lebih baik jika kau membayangkannya sesuai imajinasimu sendiri."
Semua hal mengenai Omelas terasa sangat menyenangkan hingga narator memutuskan bahwa pembaca tidak terlalu meyakini keberadaan kota tersebut hingga akhirnya dia membongkar satu hal penting mengenai kota tersebut: satu kekejaman dari kota tersebut. Situasi damai dan megah itu memerlukan seorang anak yang tidak beruntung untuk dikurung dalam tempat yang kotor, gelap, dan penuh kesengsaraan.
Suatu kali ketika para penghuni kota sudah cukup tua untuk mengetahui kebenaran tersebut, kebanyakan dari mereka pada awalnya terkejut dan merasa jijik, namun akhirnya menyetujui bahwa satu ketidakadilan itu mengamankan kebahagiaan seluruh kota. Namun, beberapa orang, tua dan muda, diam-diam meninggalkan kota tersebut dan tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi. Cerita berakhir dengan "Tempat tujuan mereka pergi adalah sebuah tempat yang bahkan lebih sulit untuk diimajinasikan oleh kebanyakan orang daripada saat kita membayangkan kota penuh kebahagiaan. Aku tidak dapat mendeskripsikan semuanya. Mungkin saja itu tidak pernah ada. Tapi mereka terlihat mengetahui ke mana mereka sedang menuju, mereka yang meninggalkan Omelas.
Penulis, Le Guin menyatakan bahwa ide sentral mengenai mitos ini adalah mengenai 'kambing hitam', beliau mengatakan ide ini pernah muncul di buku Dostoyevsky - Brothers Karamazov, dan beberapa orang sempat menanyakan, mengapa beliau malah memberi kredit pada William James. Faktanya adalah, meskipun beliau sangat menyukai buku-buku Dostoyevsky, beliau sempat melupakan bahwa ide tersebut pernah digunakan oleh penulis tersebut. Namun ketika beliau menemukan esai William James yang berjudul "The Moral Philosopher and the Moral Life', beliau sangat terkejut.
Ada sebuah kutipan dari William James yang menginspirasi Le Guin:
Pertama-tama, Mereka yang meninggalkan Omelas merupakan sebuah kisah fiksi pendek tanpa plot yang filosofis, hanya berupa deskripsi saja. Cerita pendek ini ditulis oleh Ursula Le Guin pada tahun 1973 dan sempat mendapat nominasi di Locus Award untuk kategori Best Fiction di tahun 1974 dan memenangkan Hugo Award untuk kategori Best Short Story di tahun yang sama pula.
Pada cerpen ini, narator mendeskripsikan mengenai festival musim panas pada sebuah kota yang utopis bernama Omelas yang keberuntungannya bergantung pada kemalangan seorang anak.
Cerita ini dimulai dari sebuah deskripi mengenai hari pertama musim panas di Omelas, sebuah kota yang berkilauan oleh kebahagiaan dan kesenangan. Di Omelas, musim panas solstice dirayakan dengan festival besar-besaran dan sebuah pertandingan yang diikuti oleh anak-anak di atas punggung kuda. Suasana cerita dari festival tampaknya merupakan karakter sehari-hari dari komunitas yang menyenangkan ini, yang masyarakatnya, meskipun teknologinya terbatas, namun semuanyamasih sangat cerdas, mutakhir, dan berkebudayaan. Di Omelas tidak ada raja, tentara, pendeta, atau bahkan budak. Pengaturan spesifik mengenai sosial-politik-ekonomi dari komunitas tersebut tidak disebutkan, namun narator hanya menjelaskan bahwa pembaca tidak bisa terlalu merasa pasti mengenai setiap hal.
Diakuinya sendiri, narator mengatakan bahwa "Di dalam penjelasanku, Omelas terdengar seperti sebuah negeri dongeng yang jauh pada suatu kala. Mungkin akan lebih baik jika kau membayangkannya sesuai imajinasimu sendiri."
Semua hal mengenai Omelas terasa sangat menyenangkan hingga narator memutuskan bahwa pembaca tidak terlalu meyakini keberadaan kota tersebut hingga akhirnya dia membongkar satu hal penting mengenai kota tersebut: satu kekejaman dari kota tersebut. Situasi damai dan megah itu memerlukan seorang anak yang tidak beruntung untuk dikurung dalam tempat yang kotor, gelap, dan penuh kesengsaraan.
Suatu kali ketika para penghuni kota sudah cukup tua untuk mengetahui kebenaran tersebut, kebanyakan dari mereka pada awalnya terkejut dan merasa jijik, namun akhirnya menyetujui bahwa satu ketidakadilan itu mengamankan kebahagiaan seluruh kota. Namun, beberapa orang, tua dan muda, diam-diam meninggalkan kota tersebut dan tidak ada yang tahu ke mana mereka pergi. Cerita berakhir dengan "Tempat tujuan mereka pergi adalah sebuah tempat yang bahkan lebih sulit untuk diimajinasikan oleh kebanyakan orang daripada saat kita membayangkan kota penuh kebahagiaan. Aku tidak dapat mendeskripsikan semuanya. Mungkin saja itu tidak pernah ada. Tapi mereka terlihat mengetahui ke mana mereka sedang menuju, mereka yang meninggalkan Omelas.
Penulis, Le Guin menyatakan bahwa ide sentral mengenai mitos ini adalah mengenai 'kambing hitam', beliau mengatakan ide ini pernah muncul di buku Dostoyevsky - Brothers Karamazov, dan beberapa orang sempat menanyakan, mengapa beliau malah memberi kredit pada William James. Faktanya adalah, meskipun beliau sangat menyukai buku-buku Dostoyevsky, beliau sempat melupakan bahwa ide tersebut pernah digunakan oleh penulis tersebut. Namun ketika beliau menemukan esai William James yang berjudul "The Moral Philosopher and the Moral Life', beliau sangat terkejut.
Ada sebuah kutipan dari William James yang menginspirasi Le Guin:
Atau jika kita ditawarkan sebuah hipotesa mengenai dunia, maka dunia utopis Fourier dan Bellamy dan Morris harus dimenangkan, dan berjuta-juta orang bertahan untuk terus bahagia dengan satu syarat simple bahwa sebuah jiwa yang tersesat di ujung dari semua hal harus menjalani penyiksaan hidup yang sepi. Kecuali, emosi seperti perasaan skeptis dan ingin mandiri itu yang akan dapat muncul akan membuat kita sekejap merasakan, meskipun hanya dari sebuah dorongan singkat yang bangkit di dalam diri kita, untuk meraih kebahagiaan yang ditawarkan. Betapa mengerikannya sebuah hal dapat menjadi kenikmatan ketika diterima secara sukarela sebagai hasil dari tawar menawar seperti itu.
Cerita pendek ini sempat dua kali dibukukan dalam "The Wind's Twelve Quarter" dan "The Unreal dan the Real, volume two". Le Guin menyatakan bahwa "Mereka yang meninggalkan Omelas" seringkali digunakan oleh banyak guru untuk membuat kecewa para siswa dan membuat mereka mendebat secara keras mengenai moralitas.
Nah, setelah membaca pembahasan dan latar belakang cerita ini terbentuk, apakah kalian sudah mulai memahami mengenai apa cerpen tersebut dan alasan BTS menggunakan ini sebagai referensi Spring Day?
Siapa anak ini, atau lebih tepatnya apa anak ini (kata ganti untuk menunjukkan the child ini menggunakan kata ganti penunjuk benda, bukan orang)? Kira-kira kenapa ya? Hmmm... Leave your comment below!
PS: ternyata setelah kubaca kumcer lengkapnya, ada satu cerpen lagi dalam The Wind's Twelve Quarter yang menyebutkan mengenai Omelas. Yang mana? Hehehe... tunggu kabarku selanjutnya.
- Diterjemahkan dan ditulis ulang dari halaman Wikipedia-
Siapa anak ini, atau lebih tepatnya apa anak ini (kata ganti untuk menunjukkan the child ini menggunakan kata ganti penunjuk benda, bukan orang)? Kira-kira kenapa ya? Hmmm... Leave your comment below!
PS: ternyata setelah kubaca kumcer lengkapnya, ada satu cerpen lagi dalam The Wind's Twelve Quarter yang menyebutkan mengenai Omelas. Yang mana? Hehehe... tunggu kabarku selanjutnya.
Buku fisik Demian dalam Bahasa Indonesia sekarang sudah ready stock! Info bisa cek ke line OA: @fsk5729i (Purple Land Shop). Biasakan membaca informasi terlebih dahulu sebelum bertanya. :)





















34 comments
maksih banyak kak udah mau terjemahin ini, dan entah kenapa setelah aku baca kok rasanya sedih banget tapi sedihnya itu tanpa alasan yang jelas, rasanya seperti anak kecil yang berada dibawah sana, terkurung, sendiri, dengan keterbelakangan mental yang ia miliki, dan juga tak mempunyai seseorang yang dapat memberinya sedikit harapan.
ReplyDeletemeloww gillaaa. KEREN BANGET !
makasih kak , udah mau terjemahin...Keren
ReplyDeleteIni udah satu buku eon? Atau cuma bab 1?
ReplyDeleteCek catatanku ya. :)
DeleteKak daisy berlanggangan buku online dimana? Atau kakak emang punya buku ini?
ReplyDeleteMacem-macem. Kemarin kan aku sudah sempat kasih tahu.
DeleteKalau buku ini, aku cuma punya yang Omelas.
Paling sering cari dimana kak? Akhir" ini aku lagi fokus nyari" buku buat jadi bacaan soal'a tapi bingung nyari dimana. Ada saran cari dimana dan buku apa gak kak?
DeleteKalau buku klasik mah aku cari di oodles. atau kebanyakan langsung beli di playstore. kalau buku-buku lainnya ya beli di gramedia langsung.
Deleteada saran buku gak kak?
DeleteSaran buku apa? Kamu nanya gitu aku bingung mau nyaranin apa. :')
DeleteJadi speechless sumpah, rasanya kek gelisah gajelas gitu ��
ReplyDeleteDuhh..
Btw makasih ya kak udah ngepost ini ��
butuh ke toilet mungkin. Hehehehe.
Deletentah kenapa aku berharap kakak juga bakal terbitin ini jadi versi buku, biar sekalian aku koleksi :')
ReplyDeleteIni cuma kumcer. Untuk apa nerjemahin satu buku kalau yang dipakai cuma satu cerpen.
DeleteKa ini cuman sampai situ aja ceritanya? Gantung banget sumpah :') sedih banget dan penuh tanda tanya hahaha. Makasih ka udah mau nerjemahin cerpennya (*´∀`*)
ReplyDeleteiyap sampai situ saja memang ceritanya. Namanya juga cerpen. Hehehe
DeleteKa.. makasiih loh udah nerjemahin, sekarang aku sudah dapat pencerahan ��
ReplyDeleteMakasiih banyak ka
Makasih lo kak udah nerjemahin omelas ini. Membantu para Army banget.
ReplyDeleteKondisinya, Lingkungannya, Penduduknya...Baca ini bayanganku seakan ditarik kesuatu daerah padang rumput di daerah kyrgizstan atau bagian wakhan di afghanistan. (except krn dalam versi bahasa inggrisnya kata pendeta disebut clergy mungkin tidak menutup kemungkinan bahwa setting daerahnya serasa digambarkan di suatu daerah Amerika latin.
ReplyDeleteTerlepas dari itu, Sedih juga ya ternyata ceritanya. Dan banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Seenggaknya dengan menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitar. trims daisy telah menerjemahkannya. Aku jadi lebih mengerti kandungan dari cerita tersebut.
Aahh makasih ka daisy((:
ReplyDeleteAku suka diksinya, jelas dan rapi. Dan isinya penuh arti. Aku kira omelas kota impian yg sngat sempurna, tapi ternyata utk mncpai kebahagian itu harus da yg d korbankan. Jika aku satu dari masyarakat omelas, mngkin aku juga akan meninggalkan kota itu.. Tdk tega sama bocah Malang itu..
ReplyDeleteThanks ya kak daisy udah ngepost ceritanya.
thank you. :)
Deletemakasihh banyakkk yahh kak , makin cinta deh wkwkwkw
ReplyDeletemakasih buanyaak ya kak
ReplyDeleteNice post :)
ReplyDeleteDaebakk
terima kasih sudah menerjemahkan cerita ini :)
ReplyDeleteAku liat kuesioner, keknya sabda zarathustra ma novelnya william golding sudah ada terjemahannya dulu dan masih beredar cetak kok. Karena dulu aku beli itu. Cmiiw
ReplyDeleteBtw kalo yang penasaran ma owl service bisa nonton dulu tv seriesnya. Creepy tapi '-'. Hwaiting yeoreobeun belajar bersama bangtan 😄
ReplyDeleteMakasih kak daisy buat terjemahannya,, jd paham..
ReplyDeleteAku bacanya ambil dengerin spring day,,, mellow banget jadinya :"((
Thanks kak terjemahannya,,, penasaran banget sama yang asli nyaa
ReplyDeletei've read the english ... tapi habs baca indonesianya sekarang jadi tambah ngerti lagi sih... you know lah cerita classic susah di pahami.. pasti ad aja hal-hal yg kelewat hehehe
ReplyDeleteMakasih banyak banget kak udah nerjemahin nih cerpen. Kakak daebak!😁ngebantu army yg mau berteori ria hehee😂 sukses terus ya kak
ReplyDeletejadi omelas itu ga ada hubungan nya dengan MV BTS ? -_-
ReplyDeletethanks ka uda mau translate- in ;)
ReplyDelete