CHAPTER 1
Achanés? Semacam Salep Pijatkah?
Lahir. Hidup. Mati.
Ketiga bagian tersebut mengambil keseluruhan bagian dalam kehidupan.
Setiap tahapannya memiliki artian tersendiri yang harus dicapai untuk bisa ke tahapan selanjutnya.
Ketika seseorang baru lahir, ia dilahirkan belum dan tidak
mengerti apapun mengenai dunia. Belum memiliki tujuan hidup yang ingin
dicapai, tanpa impian. Setiap harinya hanya melakukan hal yang sama
berulang kali, bangun, makan, mandi, dan tidur.
Bagian mana kah yang kau jalani? Jika dihadapkan dengan
pertanyaan itu, jawabku adalah lahir. Ya, lahir. Aku Jang Hyemi, 21
tahun, mahasiswa Sastra Korea SNU[1],
masihlah dalam tahap kehidupan ‘lahir’. Berlainan dengan kepandaianku
yang bisa menembus universitas termasyur di Korea Selatan ini, aku
seperti seorang bayi yang baru lahir.
Tidak
memiliki impian maupun tujuan hidup, setiap harinya dari bangun tidur
hingga kembali tidur hanya melakukan hal yang sama; bangun, makan, pergi
ke kampus, pulang, fangirling[2] JYJ[3] hingga nyaris dini hari dan kembali tidur
Untukku,
perjalanan kehidupan ini barulah sepertiga bagian kujalani dan kurasa
aku tidak tertarik untuk melangkah ke bagian kehidupan yang selanjutnya.
“Yah yah, kemarin kau menonton goodbye stage Achanés?”
“Aku melihatnya, aish menyebalkan cepat sekali mereka mengakhiri promosi Evolution”
Aku menoleh karena mendengar dua orang mahasiswi di belakangku
mengobrol dengan sangat keras di dalam cafe Neuteenamu, Jahayeon, yang
siang ini seharusnya tenang.
“Benar, ah aku masih pengen lihat mereka di acara musik. Goodbye stage mereka juga sangat mengesankan, yah kau lihat abs J?”
“Kyaaa... neomu meoshita[4]!” Kedua mahasiswi itu berteriak senang bersamaan. Aku mengenyitkan dahiku keras sambil memicing tajam menatap mereka.
Sungguh menganggu ketenanganku siang ini. Aku baru saja ingin
menyelesaikan membaca novelku, namun percakapan di belakangku terus
mengangguku untuk berkonsentrasi.
Akhirnya merasa tidak tahan dengan suara keras itu, aku berdiri
dari tempat dudukku dan merapikan barang-barang bawaanku. Aku berjalan
keluar meninggalkan waffle caramelku yang baru setengah kumakan karena
terlalu asyik membaca. Sayang sih, tapi aku sudah tidak mood untuk
memakannya jika harus terus mendengarkan celotehan kedua gadis cerewet
itu.
“Jwesonghamnida[5]”
aku menabrak seseorang berkemeja hitam dan bertubuh tinggi. Kemeja
hitam? Siapa yang siang siang begini memakai baju berwarna hitam?
Sungguh aneh. Tidak menghiraukan pemuda yang bertabrakan denganku, aku
terus berjalan setelah meminta maaf.
“Achanés museun[6]... Huh! Semacam nama salep? Nama yang mengerikan. Sungguh tidak bisa dimengerti nama grup boyband akhir akhir ini semakin aneh saja. Achanés? Huh... Paling sekumpulan grup pengikut baru. Sama seperti rockie group lainnya“
Aku sudah cukup lama tidak mengikuti perkembangan kpop sejak
keluarnya JYJ dari perusahaan managementnya sebelumnya. Untukku tidak
ada grup lainnya yang bisa menandingi kesempurnaan JYJ, tampang,
kemampuan dan bahkan kekayaan. JYJ is perfect!
“Jay? Nama panggungnya saja sama seperti member group lainnya.
Pasti tidak punya keistimewaan lainnya juga. Hanya sekumpulan grup yang
bisanya pamer otot sa....” dumelanku terhenti karena seseorang yang
berkemeja hitam tadi berdiri di hadapanku menghalangi jalanku. Apa
ucapan maaf tadi tidak cukup? Dia mau mencari masalah denganku?
Aku mendongakkan kepalaku menatap pemuda tersebut. “Ada apa?”
“Kami bukan sekumpulan grup yang hanya pamer otot, stage kemarin
hanya kecelakaan” pemuda itu berbicara dengan tajam. Aku segera
mengamati wajahnya.
Dan yang tak kusangka, pemuda itu cukup tampan. Segera kukendalikan ekspresi wajahku sebelum terlihat. “Mwo? Neo nugunya[7]?” Aku membuat ekspresi seakan terganggu dengan kehadirannya.
Pemuda itu tampak sedikit terkejut. “Kau tidak mengenaliku?” Aku mengenyitkan dahi mendengar pertanyaan itu.
“Hyunsoo ya,
apa yang kau lakukan? Kau tidak segera masuk kelas?” sekumpulan pemuda
memanggil pemuda itu. Pemuda itu mendongak dan menyahut panggilan teman
temannya untuk pergi lebih dahulu.
“Memangnya aku harus kenal kah? Aku masih ada kelas, tolong
minggir!” Aku hendak berjalan lagi sebelum pemuda yang tadi dipanggil
Hyunsoo itu menahan lenganku.
“Aku belum selesai berbicara denganmu” Aku menoleh dengan kesal
kulipat kedua lenganku di depan dada, menanti apa yang ingin dikatakan
pemuda itu.
“Kau sungguh tidak mengenaliku?”
“Kau Hyunsoo, ya aku sudah tahu sekarang” kataku cuek mengingat tadi temannya memanggilnya seperti itu.
Pemuda itu tampak seperti menggumamkan sesuatu pada dirinya
sendiri, ekspresinya sedikit kesal. “Aku member Achanés yang tadi kau
hina namanya, namaku J bukan Jay, letter J”
Bibirku sedikit terbuka karena terkejut. Aku tidak menyangka
kalau aku bergumam terlalu keras, kupikir hanya diriku sendiri yang bisa
mendengarnya. Anak ini sungguh punya pendengaran yang baik.
“O, kupikir namamu Hyunsoo” Aku kembali menutup bibirku, dan
berusaha tampak cuek, meskipun sedikit merasa tidak enak karena telah
menghina seseorang tepat di depannya.
“Dan juga J”
“Oh, sekarang aku sudah tahu. Sudah selesai kan?” Aku tidak ingin
membuang waktuku untuk berbicara dengan seseorang yang tidak kukenal
meskipun ia adalah idol sekalipun. Kalau JYJ yang mengajakku berbicara,
seluruh waktu di duniapun akan kuberikan, tapi tidak untuk pemuda yang
bukan siapa siapa ini. Aku berjalan melewati pemuda itu.
Meskipun kulihat ekspresi wajahnya tampak tidak senang, tentu
saja seseorang baru saja tidak menganggapnya. Dia pikir menjadi idol itu
segalanya, semua perempuan akan bertekuk lutut di hadapannya? Wajahnya
saja yang tampan, kepribadiannya sungguh jelek sekali, besar kepala,
tidak seperti JYJ yang selalu sopan pada siapapun. Huh.
“Kami disebut muhan-dol[8]bukan untuk kemampuan yang tidak ada apa apa” sahutnya lagi ketika aku berjalan belum jauh darinya.
“Lalu? Aku tidak peduli” Aku menjawab pelan, aku tidak tahu
apakah ia mendengarnya. Namun aku mendengarnya menyahut lagi.
“Aku akan membuktikannya padamu! Achanés bukan grup yang hanya begitu saja!”
Anak itu sungguh punya kemampuan pendengaran yang baik. Aku
menggelengkan kepala heran sambil berjalan pergi tidak mempedulikan
pemuda itu lagi.
∞∞∞∞∞∞∞
Malam itu, aku duduk di depan laptop dengan senyuman memikirkan
akan ada update apalagi mengenai JYJ hari ini. Segera kusambungkan
laptopku dengan internet dan mengecek fansite.
“Huh, tidak ada update” Aku menatap kesal homepage fansite yang kubuka. Masih sama seperti kemarin. Untuk ukuran idol,
JYJ memang grup yang tidak sering ditampil di televisi, jika tidak ada
drama, maupun konser maka hampir tidak ada berita terbaru dari mereka.
Yah, meskipun kecewa melihatnya, mau tidak mau aku harus berpuas diri dengan menonton ulang drama Jaejoong malam ini. Time Slip Dr. Jin! Segera kubuka rekamanku untuk drama itu di laptopku.
Namun baru menonton beberapa menit, aku mulai merasa bosan
meskipun aku kebanyakan melewati bagian selain bagian Jaejoong muncul.
Tanpa sadar otakku kembali memutar kejadian siang tadi.
Hyunsoo? Achanés? Perlahan aku penasaran dengan grup itu, sebagus
apakah grup itu. Aku membuka halaman web baru untuk mencari music video
dari grup itu. Apa tadi judul yang disebutkan oleh mereka?
Evolution – Achanés MV
kutekan tombol enter untuk memulai pencarian. Segera pencarianku
keluar. Aku segera memilih salah satu video yang keluar untuk kutonton.
“Lagu apaan sih ini” aku langsung berkomentar begitu musik intro
Evolution terdengar. Aku menyentuh telingaku yang terasa gatal karena
mendengar lagu tersebut. Merasa tidak puas, aku terus berkomentar
mengenai baik musik video tersebut maupun lagunya.
Jika kulihat music videonya cukup aneh, aku sungguh tidak mengerti dengan jalan ceritanya. Apanya yang muhan-dol?
Kulihat mereka hanya sekumpulan pemuda yang biasa biasa saja, sama saja
seperti grup lainnya, bisa menari dan menyanyi dengan kemampuan
standar.
∞∞∞∞∞∞∞
[1] Seoul National University
[2] Kegiatan mencari tahu, atau membicarakan, atau membahas apapun mengenai artis idola yang disukai
[3] Boyband asal Korea Selatan yang terdiri dari 3 member, Jaejoong Yoochun dan Junsu.
[4] Sangat keren
[5] maaf (formal)
[6] Achanés apanya
[7] apa? Memangnya kau siapa?
[8] singkatan dari muhan yang berarti tak terbatas dan dol dari kata idol
Author Note: Yey~ 1st chapter... * ga penting* ahahaha....
How
was it? Leave comment okay? Uhm... sorry kalau pagenya agak kayak
ular... hahaha... I dunno how to make that straight in the line.






















