[FF] 3분의1 (1/3): Chapter 1

10:32 AM

CHAPTER 1

Achanés? Semacam Salep Pijatkah?
Menurutku kehidupan itu dibagi menjadi tiga bagian besar;
Lahir. Hidup. Mati.
Ketiga bagian tersebut mengambil keseluruhan bagian dalam kehidupan.
Setiap tahapannya memiliki artian tersendiri yang harus dicapai untuk bisa ke tahapan selanjutnya.

Ketika seseorang baru lahir, ia dilahirkan belum dan tidak mengerti apapun mengenai dunia. Belum memiliki tujuan hidup yang ingin dicapai, tanpa impian. Setiap harinya hanya melakukan hal yang sama berulang kali, bangun, makan, mandi, dan tidur.

Bagian mana kah yang kau jalani? Jika dihadapkan dengan pertanyaan itu, jawabku adalah lahir. Ya, lahir. Aku Jang Hyemi, 21 tahun, mahasiswa Sastra Korea SNU[1], masihlah dalam tahap kehidupan ‘lahir’. Berlainan dengan kepandaianku yang bisa menembus universitas termasyur di Korea Selatan ini, aku seperti seorang bayi yang baru lahir.
Tidak memiliki impian maupun tujuan hidup, setiap harinya dari bangun tidur hingga kembali tidur hanya melakukan hal yang sama; bangun, makan, pergi ke kampus, pulang, fangirling[2] JYJ[3] hingga nyaris dini hari dan kembali tidur
Untukku, perjalanan kehidupan ini barulah sepertiga bagian kujalani dan kurasa aku tidak tertarik untuk melangkah ke bagian kehidupan yang selanjutnya.

Yah yah, kemarin kau menonton goodbye stage Achanés?”
“Aku melihatnya, aish menyebalkan cepat sekali mereka mengakhiri promosi Evolution
Aku menoleh karena mendengar dua orang mahasiswi di belakangku mengobrol dengan sangat keras di dalam cafe Neuteenamu, Jahayeon, yang siang ini seharusnya tenang.
“Benar, ah aku masih pengen lihat mereka di acara musik. Goodbye stage mereka juga sangat mengesankan, yah kau lihat abs J?”
“Kyaaa... neomu meoshita[4]!” Kedua mahasiswi itu berteriak senang bersamaan. Aku mengenyitkan dahiku keras sambil memicing tajam menatap mereka.

Sungguh menganggu ketenanganku siang ini. Aku baru saja ingin menyelesaikan membaca novelku, namun percakapan di belakangku terus mengangguku untuk berkonsentrasi.
Akhirnya merasa tidak tahan dengan suara keras itu, aku berdiri dari tempat dudukku dan merapikan barang-barang bawaanku. Aku berjalan keluar meninggalkan waffle caramelku yang baru setengah kumakan karena terlalu asyik membaca. Sayang sih, tapi aku sudah tidak mood untuk memakannya jika harus terus mendengarkan celotehan kedua gadis cerewet itu.

Jwesonghamnida[5]” aku menabrak seseorang berkemeja hitam dan bertubuh tinggi. Kemeja hitam? Siapa yang siang siang begini memakai baju berwarna hitam? Sungguh aneh. Tidak menghiraukan pemuda yang bertabrakan denganku, aku terus berjalan setelah meminta maaf.

“Achanés museun[6]... Huh! Semacam nama salep? Nama yang mengerikan. Sungguh tidak bisa dimengerti nama grup boyband akhir akhir ini semakin aneh saja. Achanés? Huh... Paling sekumpulan grup pengikut baru. Sama seperti rockie group lainnya“

Aku sudah cukup lama tidak mengikuti perkembangan kpop sejak keluarnya JYJ dari perusahaan managementnya sebelumnya. Untukku tidak ada grup lainnya yang bisa menandingi kesempurnaan JYJ, tampang, kemampuan dan bahkan kekayaan. JYJ is perfect!

“Jay? Nama panggungnya saja sama seperti member group lainnya. Pasti tidak punya keistimewaan lainnya juga. Hanya sekumpulan grup yang bisanya pamer otot sa....” dumelanku terhenti karena seseorang yang berkemeja hitam tadi berdiri di hadapanku menghalangi jalanku. Apa ucapan maaf tadi tidak cukup? Dia mau mencari masalah denganku?

Aku mendongakkan kepalaku menatap pemuda tersebut. “Ada apa?”
“Kami bukan sekumpulan grup yang hanya pamer otot, stage kemarin hanya kecelakaan” pemuda itu berbicara dengan tajam. Aku segera mengamati wajahnya.
 Dan yang tak kusangka, pemuda itu cukup tampan. Segera kukendalikan ekspresi wajahku sebelum terlihat. “Mwo? Neo nugunya[7]?” Aku membuat ekspresi seakan terganggu dengan kehadirannya.

Pemuda itu tampak sedikit terkejut. “Kau tidak mengenaliku?” Aku mengenyitkan dahi mendengar pertanyaan itu.
“Hyunsoo ya, apa yang kau lakukan? Kau tidak segera masuk kelas?” sekumpulan pemuda memanggil pemuda itu. Pemuda itu mendongak dan menyahut panggilan teman temannya untuk pergi lebih dahulu.
“Memangnya aku harus kenal kah? Aku masih ada kelas, tolong minggir!” Aku hendak berjalan lagi sebelum pemuda yang tadi dipanggil Hyunsoo itu menahan lenganku.
 “Aku belum selesai berbicara denganmu” Aku menoleh dengan kesal kulipat kedua lenganku di depan dada, menanti apa yang ingin dikatakan pemuda itu.
“Kau sungguh tidak mengenaliku?”
“Kau Hyunsoo, ya aku sudah tahu sekarang” kataku cuek mengingat tadi temannya memanggilnya seperti itu.

Pemuda itu tampak seperti menggumamkan sesuatu pada dirinya sendiri, ekspresinya sedikit kesal. “Aku member Achanés yang tadi kau hina namanya, namaku J bukan Jay, letter J”
Bibirku sedikit terbuka karena terkejut. Aku tidak menyangka kalau aku bergumam terlalu keras, kupikir hanya diriku sendiri yang bisa mendengarnya. Anak ini sungguh punya pendengaran yang baik.

“O, kupikir namamu Hyunsoo” Aku kembali menutup bibirku, dan berusaha tampak cuek, meskipun sedikit merasa tidak enak karena telah menghina seseorang tepat di depannya.
“Dan juga J”
“Oh, sekarang aku sudah tahu. Sudah selesai kan?” Aku tidak ingin membuang waktuku untuk berbicara dengan seseorang yang tidak kukenal meskipun ia adalah idol sekalipun. Kalau JYJ yang mengajakku berbicara, seluruh waktu di duniapun akan kuberikan, tapi tidak untuk pemuda yang bukan siapa siapa ini. Aku berjalan melewati pemuda itu.

Meskipun kulihat ekspresi wajahnya tampak tidak senang, tentu saja seseorang baru saja tidak menganggapnya. Dia pikir menjadi idol itu segalanya, semua perempuan akan bertekuk lutut di hadapannya? Wajahnya saja yang tampan, kepribadiannya sungguh jelek sekali, besar kepala, tidak seperti JYJ yang selalu sopan pada siapapun. Huh.

“Kami disebut muhan-dol[8]bukan untuk kemampuan yang tidak ada apa apa” sahutnya lagi ketika aku berjalan belum jauh darinya.
“Lalu? Aku tidak peduli” Aku menjawab pelan, aku tidak tahu apakah ia mendengarnya. Namun aku mendengarnya menyahut lagi.
“Aku akan membuktikannya padamu! Achanés bukan grup yang hanya begitu saja!”
Anak itu sungguh punya kemampuan pendengaran yang baik. Aku menggelengkan kepala heran sambil berjalan pergi tidak mempedulikan pemuda itu lagi.
∞∞∞∞∞∞∞

Malam itu, aku duduk di depan laptop dengan senyuman memikirkan akan ada update apalagi mengenai JYJ hari ini. Segera kusambungkan laptopku dengan internet dan mengecek fansite.

“Huh, tidak ada update” Aku menatap kesal homepage fansite yang kubuka. Masih sama seperti kemarin. Untuk ukuran idol, JYJ memang grup yang tidak sering ditampil di televisi, jika tidak ada drama, maupun konser maka hampir tidak ada berita terbaru dari mereka.

Yah, meskipun kecewa melihatnya, mau tidak mau aku harus berpuas diri dengan menonton ulang drama Jaejoong malam ini. Time Slip Dr. Jin! Segera kubuka rekamanku untuk drama itu di laptopku.

Namun baru menonton beberapa menit, aku mulai merasa bosan meskipun aku kebanyakan melewati bagian selain bagian Jaejoong muncul. Tanpa sadar otakku kembali memutar kejadian siang tadi.

Hyunsoo? Achanés? Perlahan aku penasaran dengan grup itu, sebagus apakah grup itu. Aku membuka halaman web baru untuk mencari music video dari grup itu. Apa tadi judul yang disebutkan oleh mereka?

Evolution – Achanés MV kutekan tombol enter untuk memulai pencarian. Segera pencarianku keluar. Aku segera memilih salah satu video yang keluar untuk kutonton.
“Lagu apaan sih ini” aku langsung berkomentar begitu musik intro Evolution terdengar. Aku menyentuh telingaku yang terasa gatal karena mendengar lagu tersebut. Merasa tidak puas, aku terus berkomentar mengenai baik musik video tersebut maupun lagunya.

Jika kulihat music videonya cukup aneh, aku sungguh tidak mengerti dengan jalan ceritanya. Apanya yang muhan-dol? Kulihat mereka hanya sekumpulan pemuda yang biasa biasa saja, sama saja seperti grup lainnya, bisa menari dan menyanyi dengan kemampuan standar.
∞∞∞∞∞∞∞


[1] Seoul National University
[2] Kegiatan mencari tahu, atau membicarakan, atau membahas apapun mengenai artis idola yang disukai
[3] Boyband asal Korea Selatan yang terdiri dari 3 member, Jaejoong Yoochun dan Junsu.
[4] Sangat keren
[5] maaf (formal)
[6] Achanés apanya
[7] apa? Memangnya kau siapa?
[8]  singkatan dari muhan yang berarti tak terbatas dan dol dari kata idol

Author Note: Yey~ 1st chapter... * ga penting* ahahaha.... 
How was it? Leave comment okay? Uhm... sorry kalau pagenya agak kayak ular... hahaha... I dunno how to make that straight in the line.

You Might Also Like

0 comments

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Deasy has read 2 books toward her goal of 30 books.
hide